Pengertian Teks Drama: Ciri-Ciri, Unsur dan Strukturnya

Cahaya Bintang April 5, 2024

Pengetian teks drama adalah teks yang digunakan sebelum akan naik ke atas pentas. Ketika sebelum naik ke atas pentas atau panggung sebuah drama, maka dibutuhkan sebuah teks yang bernama teks drama sebagai bahan materi yang memuat materi untuk ditampilkan di atas panggung.

Selain dari akting pra pemain, jalan cerita dan yang ditampilkan menjadi salah satu hal terpenting yang memang harus diperhatikan.

Hal ini karena dengan adanya cerita yang menarik, para penonton juga merasakan antusias yang menyenangkan. Teks drama yang baik membuat pentas yang diselenggarakan juga menjadi sukses dan berhasil. Perjuangan yang dipersiapkan untuk menyusun semua pertunjukkan juga akan menjadi tidak sia-sia.

Agar teks drama menjadi hasil yang baik, kamu harus menyusunnya dengan baik dan juga paham tentang arti yang terkandung di dlaamnya, seperti cirinya, unsur yang memang harus ada di dalam teks drama dan juga struktur pembentuknya.

Apa Itu Teks Drama?

Drama adalah sebuah kata yang berasal dari Bahasa Yunani yang memiliki kata asli draomai. Kata ini memiliki arti berlaku, bertindak, berbuat ataupun beraksi. Drama sendiri juga dapat diartikan menjadi kisah atau juga sebuah cerita yang did alamnya menggambarkan dan juga mengisahkan tentang kehidupan para tokoh dan juga tingkah lakunya dalam dialog yang sudah disajikan.

Sedangkan untuk teks drama sendiri memiliki pengetian tentang salah satu karya sastra yang berbentuk teks sebuah cerita yang didalamnya dilengkapi dengan banyak dialog. Teks ini disajikan dalam bentuk bergerak. Pada acara pentas sebuah drama, bisa ditampilkan dimana saja, tidak harus di panggung.

pada umumnya, teks drama mengandung isi tentang cerita yang ada di dalam drama yang nantinya akan ditampilkan dan memiliki isi tentang alur sebuah cerita dan juga memiliki banyak elemen yang dapat membantu kamu untuk dapat menghidupkan drama tersebut.

Baca juga: Cara Tukar Poin Telkomsel Jadi Kuota dan Pulsa, Mudah!

Berikut Ciri-Ciri Teks Drama yang Baik Dan Benar

Berikut Ciri-Ciri Teks Drama yang Baik Dan Benar

Segala suatu hal pasti memiliki cirinya masing-masing yang menjadi suatu hal yang khas tentang hal tersebut. Ciri itu yang nantinya menjadi jati diri yang akan terus melekat di dalamnya. Dengan begitu maka nantinya orang-orang akan mengetahui dan mengenali juga membedakan hal tersebut dengan hal yang lainnya.

Hal ini sama dengan teks yang ada dalam drma. Untuk menjadi sebuah teks dalam drama, dibutuhkkan ciri-ciri khusus yang menjadi jati diri untuk membuat kamu mudah untuk mengenalinya sebagai teks drama. Berikut ciri-ciri dari teks drama :

  1. Cerita yang ada di dalamnya berbenuk dialog. Dialog tersebut dapat yang diucapkan secara langsung oleh para tokok ataupun dialog yang dibacakan oleh narator.
  2. Di dalam teks tersebut terdapat banyak konflik dan juga aksi.
  3. Memiliki instruksi khusus yang hanya bisa dilaksanakan oleh seorang aktor ketika sedang memainkan sebuah peran di dalam drama tersebut. Biasanya instruksi tersebut dituliskan di dalam tanda kurung.
  4. Teks yang ada di dalam drama harus diperagakan dan dimainkan oleh manusia dengan cara lisan dan juga didukung dengan ekspresi wajah yang meyakinkan.
  5. teks pada pertunjukkan drama terletak di atas atau samping kiri dari sebuah dialog.
  6. Pencahayaan dan musik yang baik akan mendukung hasil pertunjukkan drama.
  7. Sebelum pementasan berlangsung, perlu dilakukan latihan terlebih dahulu.

Unsur-Unsur yang Ada Pada Teks Drama Dan Wajib Untuk Dibuat 

Unsur-Unsur yang Ada Pada Teks Drama Dan Wajib Untuk Dibuat 

Pada sbuah teks yang didalamnya berisikan tentang cerita yang memang akan disajikan di dalam sebuah pertunjukkan drama, tentu terkandung beberapa unsur di dalamnya. Unsur-unsur tersebut diantaranya adalah :

1. Tema pada Teks Drama

Unsur yang paling dasar ada di dalam sebuah teks drama adalah tema. Tema sendiri adalah sebuah ide utama atau gagasan utama yang dapat membuat keseluruhan drama menjadi lebih padu dan tidak keluar dari jalur. Tema menjadi bagian yang sangat penitn pada teks drama, bila diibaratkan bangunan, maka tema adalah pondasinya.

Contoh tema drma yang mudah dan sering kamu temui adlaah tema tentang kemanusiaan, nasionalisme, kasih sayang, Sci-Fi dan lain sebagainya.

Untuk proses penyampaiannya pun teks ini sangat bergantung dengan tema yang diusung oleh sang penulis. Penyampaian yang digunakan tidak bisa sama pada setiap tema, semuanya memiliki perbedaan.

2. Tokoh Pada Teks Drama

Selanjutnya adalah tokoh. Tokoh tidak kalah penting dalam suatu teks drma. Tokoh sendiri menjadi sebuah gambaran dalam menulis, yang dengan adanya tokok, kamu bisa mengembangkan karakternya, sifat dan juga wataknya sehingga penonton nantinya bisa memvisualisaikannya.

Drama juga sangat bergantung dengan tokoh karena sejatinya tokoh memerankan berbagai karakter yang ada pada cerita di dalam drama.

Oleh sebab itu, di setiap teks inipenulis harus menggambarkan tokohnya dengan sangat kuat sehingga pemeran tokok nantinya bisa memproyeksikan sifat dan karakter tokoh yang dituliskan menjadi sebuah peran yang ia mainkan.

3. Latar

Latar terbagi menjadi tiga, yaitu latar waktu, latar tempat dan latar suasana. Untuk latar waktu, tentu dalam teks ini harus dituliskan kapan kejadian-kejadiannya berlangsung sehingga nantinya di set bisa disesuaikan waktunya. Contoh ketika malam hari, maka suasana akan lebih gelap dengan banyak lampu.

Yang kedua adalah latar tempat. Latar tempa menggambarkan dimana kejadian per adegan sedang berlangsung. Seperti contoh adegan mencari buku ada di perpustakaan. Yang terakhir mengenai latar adalah latar suasana, bagaimana situasi di dalam cerita tersebut, apakah menyenangkan, riuh atau mencekam.

Baca juga: 10 Aplikasi Penghasil Uang 2023 Tercepat, Resmi, Aman

4. Penokohan

Penulis pada sebuah drma bukan hanya harus menentukan tokoh, namun juga penokohan yang ada di dalam teks tersebut. Penokohan adalah proses, cara atau oerbuatan yang dilakukan untuk menokohkan suatu karakter itu sendiri.

Pada drma sendiri terdapat tiga jenis penokohan yaitu antagonis, protagonis dan juga tritagonis. Jika protagonis adalah tokoh yang memiliki peran sebagai orang baik, maka antagonis adalah kebalikannya, sifatnya jahat dan tidak baik. Kalau tritagonis sendiri adalah tokoh yang menajdi peran pendukung pada suatu drama.

5. Konflik

Dalam sebuah cerita atau drma, tentu ahdirnya konflik menjadi suatu keharusan. Dengan adanya konflik, maka jalan cerita menajdi semakin menarik juga. Munculnya masalah dalam drama atau cerita menjadikan drama menjadi lebih berwarna juga.

6. Babak

Unsur selanjutnya yang harus ada pada teks ini adalah babak atau scene. Babak memiliki arti bagian dari lakon yang ada di dalam drama. Daal;am sebuah pertunjukan, babak yang dibutuhkan bisa jadi satu atau bahkan banyak.

Penggunaan babak adalah untuk menggiring penotnon agar tidak bingung dan bosan ketika menonton suatu pertunjukkan karena diatur dengan alur yang jelas dan rapih.

7. Dialog

Yang paling penting dalam teks drama yaitu dialog. Dengan adanya dialog, para pemeran menjadi lebih mudah untuk mengerjakan aktingnya karena sudah ada dialog dengan garis besar untuk setiap babaknya. Hal ini memudahkan aktor untuk bisa melakukannya.

Dari percakapan ini juga timbulnya cara bagi para penonton untuk bisa mengetahui tentang jalan cerita yang ada di dalamnya.

8. Amanat

Unsur terakhir ayitu adlah amanat. Dari setiap teks ini harus memiliki amanat atau sebuah pesan di dalamnya. Tidak terbatas dengan jenis teksnya dan temanya, amanat tetap harus disisipkan, bisa juga berupa pesan modal.

Amanat yang baik adalah amanat yang mengandung nilai yang baik dan juga moral yang mendidik sehingga layak untuk dinikmati seluruh kalangan usia.

Struktur Pada Teks Drama Hingga Drama Siap Untuk Dipentaskan

Struktur Pada Teks Drama Hingga Drama Siap Untuk Dipentaskan

Struktur pada teks drama ini hampir mirip dengan struktur-struktur pada teks naratif. Pada sruktur teks drama, memang memuat berbagai informasi mengenai sebuah teks yang telah diringkas atau sebuah naskah draa ayang dringkas juga. Agar kamu tidak bingung, berikut struktur tes dari pertunjukkan drama :

1. Orientasi

Orientasi adalah bagian dimana penulis mengenalakan setiap karakter yang ada pada teks drama buatannyta. Latar yang digunakan pada cerita dan juga berbagai informasi yang dibutuhkan para penonton dan juga pembaca agar para penonton bisa memahami cerita tersebut dengan baik.

2. Komplikasi

Pada bagian komplikasi atau juga dikenal dengan rising-action ini dapat dijelaskan tentang peristiwa-peristiwa yang ada di dalamnya dan juga tentang berbagai reaksi yang ada pada setiap karakter di dalam teks tersebut. Komplikasi ini adalah bridging sebelum mencapai klimaks.

3. Klimaks

Klimaks adalah puncah dari cerita, atau dalam struktur merupakan puncak dari kompllikasi dalam sebuah drama.

4. Resolusi

Setelah mencapai klimaks, maka flow akan turun menuju bagian resolusi, Di dalam ni mengandung penyelesaian yang digunaka tokoh untuk menyelesaikan suatu konflik dan diceritakan detail maupaun explicit pada prosesnya.

5. Simpulan

Simpulan adalah bagian terakhir dalam teks drama yang juga merupakan adegan terakhir dengan dibalut pesan moral dan amanat yang terkandung di dalam teks drama tersebut.

Baca juga: Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal Untuk Pemula

Artikel Terkait